Siswa Dituntut Peduli pada Sampah Sejak Dini

Siswa Dituntut Peduli pada Sampah Sejak Dini
Foto Bersama sebahagian siswa-siswi dengan guru-guru dan dosen Magister Prodi Ilmu Lingkungan (Rawa, 25/5/2023) 

WARTASULUH.COM,PEKANBARU- Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning menyampaikan kepada siswa-siswi agar sejak dini sudah peduli terhadap pengelolaan sampah. Kepedulian siswa-siswi terhadap pengelolaan sampah merupakan satu sikap yang mencerminkan karakter peduli sesama manusia dan penduli pada lingkungan. 

“Siswa dan siswi sejak dini sudah seharusnya peduli pada pengelolaan sampah yang dihasilnya sendiri, terutama sampah anorganik. Peduli pada pengelolaann sampah anorganic dari minuman botol berbahan plastik berarti dia sudah menyelematkan lingkungan dari emisi rumah kaca, telah mencegah penyakit yang datang dari rantai pencemaran sampah, dan tentu juga sudah terlibat menjaga kebersihan dan keindahan.” 

Himbauan tersebut disampaikan oleh Dr. Rina Novia Yanti pada program pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan pada Kamis (25-05-2023) di sekolah SMU Witama School Nasional Plus Jalan Srikandi Pekanbaru. 

Program pengambdian pada masyarakat tersebut di ketuai oleh Dr. M.Rawa El Amady, MA. dengan anggota tim Dr. Novia Yanti dan Marta Dinata, M.Si. 

Acara yang dilaksanakan di Aula Witama School Nasional Plus Jalan Srikandi tersebut dihadiri siswa – siswa SMU kelas X dan XI dan mendapat dukungan penuh dari pemilik sekolah, kepala sekolah dan guru-guru.

  

Kepala Sekolah SMU Witama School Plus Ibu Rosmeita Hutabarat, S.Pd dalam pidato selamat datangnya menyampaikan bahwa SMU Witama Plus sangat senang mendapat kunjungan dari dosen-dosen pasasajana Ilmu Lingkungan dari Universitas Lancang Kuning, apalagi kunjungan ini untuk melakukan edukasi kepada siswa-siswa SMU Witama. 

Selain kepala SMU, hadir juga guru-guru pendamping Naufal Alwan, S.Pd, Syamsudin Ilham, S.Pd. Tio Rosni Situmorang, S.Pd. dan Septryana Wulandari, S.Pd. 

Pada kesempatan ini, Dr. Rina Novia Yanti dalam presentasinya tentang Pengelolaan Sampah berbasis bank sampah, menjelaskan pentingnya pengelolaan sampah dan berbagai pengalaman tentang Bank Sampah Unilak dalam mendampingi puluhan bank sampah di Riau. 

"Bank sampah merupakan salah satu solusi yang bisa dilakukan oleh kelompok masyarakat dalam menanggulangi sampah disamping memanfaatan lain dari sampah dijadikan untuk pupuk kompos, eco enzim dan melakukan 3 R( Reduse, Reuse, Recycle)"Jelas Rina.

Rina juga menambahkan bahwa menabung sampah di bank sampah melatih siswa siswi untuk memilah sampah dirumah yaitu memisahkan sampah organik dan unorganik. Sampah organik seperti sisa makanan, sampah daun bisa diolah menjadi kompos dan sisa kulit buah, sayur segar dimanfatkan sebagai bahan eco enzim. (Rls)