Bidik Tiket PON 2028, PBPI Riau Boyong Pelatih Spanyol dan Haramkan Atlet Impor

Bidik Tiket PON 2028, PBPI Riau Boyong Pelatih Spanyol dan Haramkan Atlet Impor
Ketua Umum PBPI Riau, Raja Jaya Dinata komitmen majukan olahraga Padel di Bumi Lancang Kuning. (Foto: Lestari)

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) Riau bersiap menghentak Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Padel 2026 di Jakarta pada 12–18 Oktober mendatang. Menatap ajang kualifikasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTB ini, PBPI Riau mengambil langkah berani dengan memboyong pelatih asal Spanyol, Coach Dani Fadillo, sekaligus menolak skema "impor" atlet luar daerah.

Empat atlet Padel Riau siap berjuang di Kejurnas Padel 2026 di Jakarta 12-18 Oktober 2026

Ketua Umum PBPI Riau, Raja Jaya Dinata, menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan potensi 12 atlet lokal (6 putra dan 6 putri) yang kini tengah menjalani Pemusatan Latihan (Training Center). Persiapan pihaknya menyongsong Kejurnas Padel 2026 sangat matang.

"Selain digembleng pelatih lokal mumpuni, kita juga mendatangkan pelatih Spanyol. Walau ada tawaran merekrut pemain luar, kami tegaskan memilih membangun kekuatan atlet asli Riau. Kami percaya pada potensi anak-anak Riau. Pembinaan jangka panjang jauh lebih penting daripada hasil instan," ujar Raja yang juga menjabat anggota Komisi II DPRD Riau, Kamis (8/10/2026).

Strategi pembinaan talenta lokal ini terbukti mulai berbuah manis. Salah satu atlet junior Riau, Alfairo (U-14), diproyeksikan masuk skuat Tim Nasional Padel Indonesia. Keberhasilan tim padel Indonesia menyabet medali perak dan perunggu pada SEA Games Aichi-Nagoya turut membakar semangat tim Riau.

Kesiapan mental dan fisik diakui langsung oleh para atlet yang bakal berlaga, seperti Ade Ariefendi, Sonia Gunawan, Yanti, dan Muhammad Dhaffa. Sentuhan dingin pelatih Spanyol tersebut diakui Dhaffa membuat kualitas teknik dan visi bertanding timnya meningkat pesat selama masa Training Center.

"Teknik permainan kami jauh berkembang berkat arahan coach Spanyol dan dukungan penuh Pak Ketum. Kami optimistis bisa membawa pulang tiket PON 2028," ungkap Dhaffa.

Lapangan Padel Menjamur
Gairah olahraga padel di Riau kini tak sekadar di level kompetisi. Perkembangannya tergolong pesat di sektor industri rekreasional.

Dari hanya 1 venue pada 2024, Pekanbaru kini diserbu sekitar 15 venue dengan total tak kurang dari 100 lapangan yang bahkan sudah merambah ke Kota Dumai.


Untuk menjaga iklim investasi dan industri olahraga ini, PBPI Riau berencana meregulasi standardisasi harga sewa lapangan setelah pelantikan pengurus pada November 2026 mendatang. Selain itu, program Padel Goes to School siap digulirkan demi menyaring bibit atlet sejak dini.

"Padel ini inklusif dan terjangkau karena biaya lapangan bisa dibagi. Kami juga mengapresiasi Pemprov Riau yang berkomitmen mendukung sekretariat di area Stadion Utama Riau serta pembangunan lapangan latihan khusus atlet," pungkas politisi Golkar tersebut.

Padel Goes to School
PBPI Riau juga menyiapkan program "Padel Goes to School" sebagai bagian dari strategi memperluas pengenalan olahraga tersebut sekaligus mencari bibit atlet sejak usia sekolah.

Program ini diharapkan menjadikan sekolah sebagai salah satu pintu utama pembinaan atlet padel masa depan. "Kami ingin memperkenalkan padel sejak sekolah. Dari sana kita bisa membangun talenta-talenta muda Riau," ujarnya.

Dari sisi organisasi, dikatakan Raja, PBPI Riau saat ini telah memiliki dasar legalitas dari PBPI pusat. SK Mandat diterbitkan pada Februari 2026, sementara SK kepengurusan lengkap diterbitkan pada September 2026 dengan masa berlaku lima tahun.

Meski pelantikan resmi belum dilaksanakan, kepengurusan tersebut dinyatakan telah memiliki legalitas berdasarkan surat keputusan PBPI pusat. PBPI Riau juga menyatakan telah bergabung dengan KONI, NOC Indonesia dan organisasi olahraga terkait.

Untuk pelantikan, jadwal telah diajukan kepada pengurus pusat dan diharapkan dapat dilaksanakan pada November 2026. Momentum tersebut direncanakan sekaligus dirangkai dengan turnamen padel tingkat nasional di Pekanbaru.

Dukungan Pemprov Riau
Dukungan terhadap perkembangan padel juga datang dari Pemerintah Provinsi Riau. Dalam audiensi dengan pengurus PBPI Riau, Pj Gubernur Riau disebut menyampaikan rencana penyediaan ruang sekretariat bagi cabang olahraga di kawasan Stadion Utama Riau.

Kawasan tersebut diarahkan menjadi kompleks olahraga yang dapat dimanfaatkan berbagai cabang olahraga di Riau. Pemprov Riau juga disebut berkomitmen membangun lapangan padel khusus untuk mendukung pembinaan atlet daerah.

Dalam struktur PBPI Riau, Pj Gubernur Riau ditempatkan sebagai bagian dari Dewan Pelindung. Sementara untuk pembiayaan kegiatan saat ini, PBPI Riau masih mengandalkan dukungan pribadi dari ketua umum.

Ke depan, setelah mampu menunjukkan prestasi, PBPI Riau berencana mengajukan dukungan kepada perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. (Rik)