Hasil PSPS Pekanbaru vs PSGC Ciamis 2-1, Liga 2 Musim 2026-2027, Askar Bertuah Dibayang-bayangi PSMS di Puncak Klasemen Grup A
Hasil PSPS Pekanbaru vs PSGC Ciamis 2-1, Liga 2 Musim 2026-2027, Minggu (8/11/2026) pukul 19.00 WIB di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, Askar Bertuah dibayang-bayangi PSMS Medan di puncak Klasemen Grup A Pegadaian Championship 2026/2027.
WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Hasil PSPS Pekanbaru vs PSGC Ciamis 2-1, Liga 2 Musim 2026-2027, Minggu (8/11/2026) pukul 19.00 WIB di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, Askar Bertuah dibayang-bayangi PSMS Medan di puncak Klasemen Grup A Pegadaian Championship 2026/2027.
Hasil pertandingan ini membuat PSPS Pekanbaru tetap berada di puncak Klasemen Grup A Pegadaian Championship 2026/2027 dengan jumlah 22 poin, disusul PSMS Medan dengan 20 poin. Sedangkan PSGC Ciamis berada di posisi 9 dengan jumlah 7 poin dan Persiku Kudus di dasar klasemen dengan -1 poin.
Dua gol kemenangan PSPS Pekanbaru disarangkan Ihsan Pramudya pada menit ke-25 dan Antonio Gamaroni melalui tendangan penalti pada menit ke-35. Sedangkan gol tunggal PSGC Ciamis disarangkan Johan Bonilla pada menit ke-1.
Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, mengaku bersyukur atas hasil yang diperoleh timnya. Ia menilai kemenangan tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh pemain, meskipun masih terdapat sejumlah catatan yang harus segera dibenahi.
"Kita bersyukur atas hasil malam ini masih mendapatkan tiga poin di home. Kita tahu dari awal laga kita sempat mengalami kesalahan, di menit kedua kita sempat kecolongan akibat kesalahan kita sendiri," ujar Akhyar Ilyas.
Dijelasakan, bahwa kesalahan individulah yang menyebabkan tim kebobolan pada awal pertandingan. Menurutnya, kesalahan seperti itu tidak boleh kembali terulang karena dapat merugikan tim, terutama dalam pertandingan dengan tingkat persaingan yang ketat.
"Individual mistakes saya pikir ini gak boleh terjadi lagi," tegasnya.
Meski demikian, Akhyar tetap memberikan apresiasi terhadap respons para pemain setelah tertinggal. Ia melihat PSPS mampu mengambil alih kendali permainan dan memberikan tekanan kepada PSGC Ciamis hingga berhasil membalikkan kedudukan.
"Tapi lagi-lagi saya juga mengapresiasi kerja keras pemain. Setelah ketinggalan kita benar-benar mendominasi permainan dan kita bisa mengembalikan keadaan menjadi 2-1," ungkapnya.
Akhyar menyebut pertandingan tersebut bukan laga yang mudah bagi PSPS. Ia menilai PSGC Ciamis merupakan lawan yang tetap harus diwaspadai, terutama ketika berupaya bangkit dan mengubah jalannya pertandingan.
Menurutnya, potensi kebangkitan lawan sudah menjadi salah satu perhatian tim pelatih sejak masa persiapan. Hal itu menjadi bagian dari evaluasi dan strategi yang disampaikan kepada pemain sebelum pertandingan berlangsung.
"Pertandingan yang cukup berat, kita tahu dan saya selalu mengingatkan ke pemain bahwasannya kita harus mewaspadai kebangkitan dari PSGC Ciamis. Ketika mereka ingin bangkit itu yang harus kita waspadai," terangnya.
Ia menambahkan, kewaspadaan terhadap perubahan momentum permainan menjadi hal penting agar PSPS tidak kehilangan kendali setelah berhasil unggul. Konsentrasi dan kedisiplinan pemain tetap dibutuhkan hingga pertandingan benar-benar berakhir.
"Dan ini menjadi atensi kita dari masa persiapan melawan PSGC ini," lanjutnya.
Lebih lanjut, Akhyar kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain yang dinilai mampu menjalankan instruksi dan tanggung jawab masing-masing sepanjang pertandingan. Ia berharap hasil positif tersebut dapat menjadi modal bagi PSPS untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
"Alhamdulillah seluruh pemain bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Terima kasih," tuturnya.
Bermain di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, PSPS justru dikejutkan gol Johan Bonilla saat pertandingan baru berjalan satu menit.
Sepakan keras pemain PSGC tersebut gagal diantisipasi lini pertahanan PSPS sehingga tim tamu unggul 1-0.
Tertinggal lebih dahulu, skuad asuhan Akhyar Ilyas langsung meningkatkan tekanan.
PSPS terus menggempur pertahanan PSGC dan berusaha menciptakan peluang untuk menyamakan kedudukan.
Usaha tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-25. Ihsan Pramudya berhasil mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan lambung Asir Aziz. Skor berubah menjadi 1-1.
PSPS semakin percaya diri setelah gol penyeimbang tersebut. Tekanan terus dilancarkan hingga akhirnya mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-35 setelah terjadi dugaan handball pemain PSGC di dalam kotak penalti.
Wasit terlebih dahulu melakukan pengecekan melalui Video Assistant Referee (VAR). Setelah peninjauan, wasit memutuskan memberikan penalti kepada PSPS.
Antonio Gamaroni yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Sepakannya membawa PSPS berbalik unggul 2-1.
Memasuki babak kedua, PSPS tetap bermain menyerang untuk menambah keunggulan. Peluang emas didapatkan pada menit ke-65 melalui sundulan Gamaroni yang menyambut umpan lambung Asir Aziz.
Namun, bola masih melambung di atas mistar gawang. PSPS kembali mengancam melalui dua tendangan keras ke arah gawang PSGC. Namun, penjaga gawang tim tamu berhasil melakukan penyelamatan sehingga skor tidak berubah.
PSGC juga berusaha mengejar ketertinggalan pada sisa pertandingan. Namun, hingga tambahan waktu tiga menit berakhir, tidak ada gol tambahan tercipta dan PSPS Pekanbaru menang 2-1 atas PSGC Ciamis. (shd)



Lestari



