Windry Syifa Alyvia Wakili Riau di Australia-Indonesia Youth Exchange Program 2026, Kemenpora Umumkan Hasil Seleksi Nasional PPAN

Windry Syifa Alyvia wakili Provinsi Riau di Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2026. Dia termasuk dalam 21 pemuda-pemudi terbaik dari berbagai provinsi yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) dalam hasil Seleksi Nasional Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) untuk AIYEP Tahun 2026.

Windry Syifa Alyvia Wakili Riau di Australia-Indonesia Youth Exchange Program 2026, Kemenpora Umumkan Hasil Seleksi Nasional PPAN
Windry Syifa Alyvia wakili Provinsi Riau di Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2026. Dia termasuk dalam 21 pemuda-pemudi terbaik dari berbagai provinsi yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) dalam hasil Seleksi Nasional Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) untuk AIYEP Tahun 2026. FOTO: Kemenpora

WARTASULUH.COM, JAKARTA - Windry Syifa Alyvia wakili Provinsi Riau di Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2026. Dia termasuk dalam 21 pemuda-pemudi terbaik dari berbagai provinsi yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) dalam hasil Seleksi Nasional Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) untuk AIYEP Tahun 2026.

Pengumuman ini menjadi penutup dari rangkaian panjang seleksi yang digelar Kemenpora melalui Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Global, Kamis (24/9/2026). Seleksi diawali di tingkat provinsi pada 3–17 September 2026 dan seleksi nasional pada 21–22 September 2026. 

Sebagai bagian dari Program Pertukaran Pemuda Antarnegara (PPAN) unggulan Kemenpora, Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) bertujuan mengembangkan kapasitas pemuda Indonesia agar memiliki daya saing global, wawasan luas, serta kepemimpinan dan keterampilan interpersonal yang kuat. Program ini sekaligus menjadi sarana promosi ekonomi, sosial, dan budaya Indonesia di tingkat internasional. Didasari nota kesepahaman bilateral antara Indonesia dan Australia, AIYEP telah konsisten berjalan sejak 1982.

Fokus utama program ini terbagi menjadi dua: program homestay dan magang kerja. Kegiatan homestay mengajak peserta mengenali dinamika budaya lokal dari dekat, sedangkan magang kerja bertujuan membekali peserta dengan wawasan industri dan pengalaman praktis di dunia profesional berskala lintas budaya.

Untuk tahun ini, fase Australia dijadwalkan berlangsung pada 6 November–5 Desember 2026, disusul fase Indonesia pada 12 Januari–9 Februari 2027. Lewat rangkaian ini, para delegasi diharapkan memperkuat diplomasi kepemudaan dan menjaga keberlanjutan hubungan antarmasyarakat (people-to-people ties) kedua negara.

Kemenpora mengucapkan selamat kepada seluruh delegasi terpilih. Para peserta diharapkan dapat menjadi duta bangsa yang membanggakan, membawa nama baik Nusantara, serta memperkuat jejaring kolaborasi kepemudaan antara Indonesia dan Australia.

Melalui program ini, Kemenpora mempertegas komitmennya untuk membangun pemuda Indonesia yang berdaya saing global tanpa kehilangan akar karakter Nusantara, sekaligus memupuk jiwa kepemimpinan yang adaptif, peduli, dan berempati di kancah internasional.

Berikut daftar 21 delegasi Indonesia untuk AIYEP 2026:
1.    Fajri Ahmad Syafril – Sumatera Barat
2.    Windry Syifa Alyvia – Riau
3.    Alya Afifah Izwandi – Bengkulu
4.    Dimas Dwi Goestoro – Kepulauan Bangka Belitung
5.    Anindita Putri Daniswara – DKI Jakarta
6.    Muhammad Damar Rukmana – Jawa Barat
7.    Kania Indah Ramadhan – Jawa Timur
8.    Djie Valencia Santoso – Jawa Tengah
9.    Rahmat Naufal – DI Yogyakarta
10.    Muh. Sahrul Ihsan Tanjung – Nusa Tenggara Barat
11.    Wilm Yusaku Setiawan – Kalimantan Barat
12.    Josan Wesart Asih – Kalimantan Tengah
13.    Rafli Hukfi Almufarid – Kalimantan Timur
14.    Ines Clarita – Kalimantan Utara
15.    Regina T. Sinedu – Sulawesi Utara
16.    Fadhil Abdhillah Ahmad – Sulawesi Tengah
17.    Dikki Nur Alamsyah – Sulawesi Tenggara
18.    Annafia Dwiyanti – Gorontalo
19.    Feardy Giovanno Sipahelut – Maluku
20.    Ellaboge Mulyani Uaga – Papua
21.    Ruth Tabuni – Papua Barat

(kha)