Lewat Ekspresi Indonesia Muda, Milenial Riau Diajak Cegah Radikalisme dan Terorisme

Lewat Ekspresi Indonesia Muda, Milenial Riau Diajak Cegah Radikalisme dan Terorisme
Direktur Pencegahan BNPT RI, Brigjend Pol R Ahmad Nurwakhid dan Ketua PW NU Riau, KH T Rusli Ahmad menyampaikan materi. (Foto: Lestari)

WARTASULUH.COM, PEKANBARU - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Riau menghelat kegiatan Pelibatan Pemuda dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme dengan Pitutur Kebangsaan, Senin (31/10/2022) di Aula Gedung Wanita. Kegiatan yang mengusung tema "Ekspresi Indonesia Muda" itu menyasar kelompok milenial.

Kegiatan yang melibatkan generasi muda dan kalangan milenial di Riau khususnya Pekanbaru ini ditaja dalam upaya mencegah bahaya radikalisme dan terorisme.

Acara yang dibuka Kepala Kesbangpol Riau, Jenri Salmon Ginting, dan dihadiri seratusan peserta dari siswa SMA/sederajat, mahasiswa, aktifis organisasi kepemudaan, komunitas pemuda, guru dan lainnya.

Tampil sebagai pemateri dalam acara ini, Direktur Pencegahan BNPT RI, Brigjend Pol R Ahmad Nurwakhid, dan Ketua PW NU Riau, KH T Rusli Ahmad.

Menurut Ketua FKPT Riau, Hj Dinawati SAg MM, kegiatan ini adalah titik awal pelibatan anak muda untuk berperan aktif dalam melawan radikalisme dan terorisme, khususnya di Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau.

Di era modern ini, terang Dinawati, edukasi, informasi dan hiburan menjadi hal penting untuk didapatkan masyarakat. "Dengan adanya globalisasi, masyarakat khususnya para pemuda menjadi ketergantungan untuk mendapatkan informasi dan hiburan secara massal lewat media sosial," kata Ketua Muslimat NU Provinsi Riau itu.

Apalagi, lanjut Dinawati, konten-konten kontraradikalisasi membanjiri media sosial. "Kekhawatiran inilah, makanya kita perlu menyosialisasikan kepada para peserta tentang apa dan bagaimana radikalisme dan terorisme tersebut," paparnya lagi.

Sementara Direktur pencegahan BNPT RI, Brigjend Pol R Ahmad Nurwakhid, menganggap penting kegiatan ini dalam upaya penanggulangan radikalisasi dan terorisme. Terorisme adalah kejahatan luar biasa, karena mengancam perdamaian dan kehidupan manusia tanpa memandang agama, suku dan ras.

Menurutnya, virus terorisme ini harus dilawan. Sebagaimana virus Covid 19 yang dilawan dengan vaksin. "Vaksin terorisme adalah dengan menguatkan masyarakat kita seperti melalui kegiatan," ucapnya.

Bagi kalangan generasi muda, sambungnya, harus ambil bagian, seperti misalkan memproduksi konten-konten kreatif dengan mengedepankan narasi-narasi ke-Indonesia-an, kebangsaan dan toleransi.

Ahmad Nurwakhid mengatakan, Riau tidak terlepas dari ancaman terorisme. Ia berharap seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan dilingkungan masing-masing, baik di sekolah, kampus, organisasi dan lingkungannya.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk seminar (dialog) dan workshop. BNPT dan FKPT Riau berharap kegiatan ini mampu meningkatkan imun peserta dan mampu melakukan kontranarasi radikalisme dan terorisme. (Les)