Letda TNI Rizki Juniansyah Naik Pangkat Jadi Kapten, Bawa Pulang Emas SEA Games 2025 Thailand dan Pecahkan Rekor Dunia
Letda TNI Rizki Juniansyah, lifter kebanggaan Indonesia mendapat kenaikan pangkat dua tingkat dari Panglima TNI menjadi Kapten karena membawa pulang medali emas dari SEA Games 2025 Thailand dan berhasil memecahkan rekor dunia.
WARTASULUH.COM, JAKARTA - Letda TNI Rizki Juniansyah, lifter kebanggaan Indonesia mendapat kenaikan pangkat dua tingkat dari Panglima TNI menjadi Kapten karena membawa pulang medali emas dari SEA Games 2025 Thailand dan berhasil memecahkan rekor dunia.
Tak hanya itu, tiga atlet berkuda Indonesia nomor eventing yang berasal dari TNI juga mendapatkan apresiasi berupa kenaikan pangkat menjadi perwira.
Hal itu terungkap saat Presiden RI Prabowo Subianto, mengundang para peraih medali SEA Games 2025 Thailand, memenuhi Istana Negara pada Kamis sore (8/1/2026) untuk memberikan penghargaan berupa bonus kepada para putra terbaik yang telah mempersembahkan 91 medali, 111 perak dan 131 perunggu.
Presiden RI Prabowo Subianto menyebut prestasi para atlet di SEA Games Ke-33 Tahun 2025 di Thailand tak terlepas dari peran para ketua umum (ketum) atau pimpinan kepengurusan cabang olahraga (cabor) masing-masing.
Karenanya selain berterima kasih kepada atlet dan pelatih, Presiden tak luput mengucapkan terima kasih kepada para ketua cabor ini.
“Saya juga berterima kasih pada ketua cabor yang telah membina atlet dengan baik. Tanpa pembinaan yang baik, tidak mungkin bisa berprestasi,” ucap Prabowo.
Menurut Presiden, para atlet dan pelatih ini bukan sekadar membutuhkan ucapan terima kasih semata yang mudah diucapkan begitu saja. Melainkan juga memerlukan dukungan nyata yang dibuktikan dengan perbuatan, sebagaimana yang dilakukan Pemerintah dengan memberikan bonus tabungan untuk masa depan para atlet dan pelatih.
“Jangan hanya terima kasih saja, karena gampang bilang terima kasih. Terima kasih tetapi kita benar-benar hormati, hargai jerih payah para atlet dan kita buktikan, kita memberi tabungan untuk mereka,” jelas Presiden Prabowo.
Adapun ketua cabang olahraga (cabor) yang hadir, yaitu Ketum PB Wushu Indonesia yang juga Menko Perekonomian Erlangga Hartarto, Ketum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) yang juga Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Pembina Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang juga Menteri Luar Negeri Sugiono, Ketum Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.
Kemudian Ketum Ikatan Sport Sepeda Indonesia yang juga Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Ketum Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Arsjad Rasjid, Ketum PBSI Fadil Imran, Ketum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Imam Sudjarwo, Ketum Modern Pentahlon Indonesia Purwoko Aji Prabowo, Ketum Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia Velix Vernando Wanggai, Ketum Taekwondo Indonesia Richard Tampubolon, Ketum Federasi Triathlon Indonesia Arman Van Kempen.
Berikutnya Ketum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Trimedya Panjaitan, Ketum Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA) Saiful Sutan Aswar, Ketum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Hadi Tjahjanto, Ketum Federasi Futsal Indonesia Michael Sianipar, Ketum Persatuan Tarung Campur Indonesia (Pertacami) Tommy Paulus Hermawan, hingga Ketum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid.
Dukungan pembinaan oleh para pimpinan cabor ini diamini Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir. Menpora menyaksikan bagaimana para ketua cabor hadir secara langsung di arena SEA Games 2025 Thailand untuk memberikan dukungan kepada para atletnya.
“Saya menyaksikan banyak pimpinan cabor yang hadir, yang menonton bersama-sama di final. Itulah yang Bapak Presiden tadi sampaikan, apresiasi kepada pimpinan cabor yang benar-benar peduli, hadir mendorong, sehingga atletnya bisa terus berprestasi,” terang Menpora Erick.
Menurut Menpora, Pemerintah bersama pengurus cabor tidak memberikan perlakuan yang berbeda kepada para atlet. Baik peraih medali emas, perak, maupun perunggu, semuanya mendapatkan dukungan yang sama. Namun diakui bahwa prestasi emas lebih diperhitungkan karena berpengaruh dalam peringkat di ajang multievent.
“Bukan tidak mengapresiasi, kami tetap apresiasi perjuangan atlet peraih perak dan perunggu yang luar biasa. Cuma memang ketika hitung-hitungan dalam porsi ranking multievent, itu emasnya yang dihitung,” jelas Menpora Erick.
Dukungan ini, sambung Menpora, tampak dalam banyak pertandingan di SEA Games. Baik Menpora Erick, Wamenpora Taufik Hidayat dan para ketua cabor, ikut memeluk atlet peraih perak dan perunggu.
“Tetapi memang kalau kita lihat realitas dalam sebuah kompetisi multievent, yang dihitung pertama adalah medali emasnya, di situ rankingnya. Artinya kita semua yang sedang berjuang, harus berpikir emas terlebih dahulu,” tegas Menpora. (kha)


Lestari 



