John Herdman Dikontrak PSSI 2 Tahun Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Satukan Potensi Pemain Diaspora dan Lokal
John Herdman dikontrak PSSI selama 2 tahun sebagai pelatih Timnas Indonesia. Namun, ada opsi perpanjangan kontrak dua tahun kedepan pada kontrak itu menyongsong Piala Dunia 2030.
WARTASULUH.COM, PEKANBARU - John Herdman dikontrak PSSI selama 2 tahun sebagai pelatih Timnas Indonesia. Namun, ada opsi perpanjangan kontrak dua tahun kedepan pada kontrak itu menyongsong Piala Dunia 2030.
"Bagi saya, saya tidak melihat paspor mereka, saya melihat peluang dan yang terpenting adalah menerima keberagaman ini sebagai kekuatan besar untuk Garuda," kata John Herdman, Selasa (13/1/2026).
John terlihat hadir bersama beberapa pengurus PSSI. "Selamat pagi," sapa John saat memasuki ballroom yang disambut hangat para awak media.
Dalam sesi jumpa pers, pria asal Inggris ini menyampaikan rasa senang untuk lebih memahami karakter, kultur dan hal-hal baru khususnya untuk peningkatan prestasi sepak bola Indonesia menuju prestasi dunia.
"Saya senang datang ke Indonesia bersama keluarga saya. Ini adalah negara baru, kebudayaan baru dan negara dengan fans sepak bola yang luar biasa. Ini adalah kesempatan untuk membawa prestasi sepak bola Indonesia ke panggung dunia," tuturnya.
"Terima kasih kepada PSSI dan exco lainnya yang sudah memberi kepercayaan untuk menjadi pelatih kepala baru Timnas Indonesia," ujar pria kelahiran 50 tahun lalu ini.
Ia menilai, timnas Indonesia telah mengambil langkah dan impian besar menuju Piala Dunia 2026 namun kandas. Untuk itu, ia sadar tuntutan itu akan segera berada dihadapannya.
"Tentu ada tekanan, jelas, mengingat apa yang disebutkan sebelumnya, sudah dekat, tetapi belum berhasil. Jadi, apakah sudah siap menghadapi tekanan ini, terutama dari para penggemar. Anda datang ke sebuah organisasi, memimpin sebuah tim, memikul beban sebuah bangsa. Dan beban itu bisa, bisa menjadi sebuah kutukan, atau bisa menjadi sebuah berkah," urainya lagi.
"Kami akan mengolahnya menjadi sebuah berkah. Ini akan menjadi sebuah peluang besar yang akan terus saya bagikan kepada para pemain, karena saya pernah mengalami momen ketika sebuah negara berhenti sejenak, dan Anda lolos untuk pertama kalinya. Saya telah mengalami momen itu," tuturnya usai mengantar Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 sejak 1986. (kha)


Lestari 



